![]() |
| Warga mencoba kacamatan Gerhana Matahari yang dijual pedagang, Sabtu (5/3/2016) |
Warga Kota Semarang, Jawa Tengah bakal
menyaksikan bersama Gerhana Matahari Total (GMT) di kompleks Masjid
Agung Jawa Tengah, Rabu, 9 Maret 2016. Pihak panitia bahkan menyediakan
sebanyak 5.000 kacamata antiradiasi untuk melihat fenomena langka ini.
"Kita sediakan 5.000 kacamata gerhana dan sejumlah teleskop untuk
melihat fenomena gerhana matahari ini. Sejauh ini masyarakat antusias
mendaftar," kata Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Ahmad Izzuddin di
Semarang, Minggu, 6 Maret 2016.
Acara pengamatan dan ibadah bersama fenomena GMT di MAJT, lanjut
Izzuddin, akan dimulai pada pukul 06.30 WIB. Pihak panitia nantinya juga
akan menggelar salat gerhana berjamaah seusai melakukan pengamatan,
tepatnya di gedung Plaza MAJT.
"Mulai pukul 06.30 WIB, MAJT akan kumandangkan takbir, tahmid untuk
selanjutnya kita lakukan pengamatan dan salat berjemaah," kata Izzuddin
yang juga Ketua Panitia acara.
Dalam kesempatan itu, payung elektrik di masjid yang konon terbesar
se Asia Tenggara itu juga dibuka lebar. Sejumlah teleskop juga
disediakan panitia.
Peserta yang datang juga diwajibkan mengenakan kacamata antiradiasi
matahari yang telah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Untuk
mendapatkan kacamata ini, peserta hanya diminta membayar infaq sebesar
Rp30 ribu.
Menurut Izzuddin, GMT juga merupakan fenomena yang berbahaya bila tak
berhati-hari dalam mengamati, dapat merusak mata. Oleh karenya
penggunaan alat anti radiasi ini penting disosialisasikan, utamanya bagi
masyarakat awam.
"Sangat diperlukan sosialisasi dan perlengkapan yang benar mengenai cara pengamatan matahari," jelasnya.
GMT yang terjadi ini dikatakan Izzudin menjadi berkah bagi masyarakat
Indonesia. Sebab, gerhana ini akan melintasi wilayah Indonesia dari
Barat hingga Indonesia Timur. Sehingga pada tahun 2016 dapat dipastikan
kegiatan pengamatan GMT dunia akan berpusat di Indonesia.
GMT akan kembali melintasi Indonesia pada tanggal 20 April 2042, yang
berarti 26 tahun lagi. Bagi umat muslim, khususnya di Semarang, Jawa
Tengah, GMT besok menjadi lebih spesial mengingat peristiwa gerhana
matahari sebagian mirip seperti kejadian saat zaman Rasulullah.
Di mana waktu, durasi hingga bentuk besar piringan gerhananya hampir
mirip saat nabi melakukan salat gerhana matahari pertama dan terakhir
semasa hidupnya.
"Maka GMT 2016 ini merupakan momen yang penting bagi masyarakat,
khususnya siswa atau pelajar untuk mengenal dan mengapresiasi fenomena
alam sebagai sebuah bagian dari sains," jelas dosen Ilmu Falak UIN
Walisongo Semarang ini
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/
Baca Juga >> Nitizen salah sangkan dengan akun Sosial media Ina si Nononk
Baca Juga >> Nitizen salah sangkan dengan akun Sosial media Ina si Nononk

0 komentar:
Posting Komentar